Cerita Dari Pasar Kapan Yang Murung Tak Berkesudahan

Mengarahkan pandangan saat melakukan perjalanan adalah sebuah pilihan. Aku berhak memilih untuk melihat segala hal baik dan meniadakan yang lainnya. Untuk apa mahal-mahal membeli tiket, lalu bepergian ke laut dan gunung gemunung, menghabiskan uang yang dikumpulkan dengan memeras keringat jika kemudian hanya melihat perihal-perihal tengik yang kepalang sering hadir di keseharian?

Batu Tua Itu Bernama Fatumnasi

Motor yang kami tumpangi terus bergerak ke utara menjauhi Kapan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pelan saja, sebab tak mungkin menipu batas kecepatan yang setia dijaga oleh kerikil dan aspal rusak. Selain itu, kontur tanah yang kami lewati juga semakin lama semakin menanjak, semakin tinggi menjemput matahari. Kasihan jika harus memaksanya mendaki sambil…

Melelang Nurani di Brondong, Lamongan

Jika kau sebut pagi adalah keheningan, maka itu tak berlaku di pesisir Lamongan. Saat itu matahari bahkan belum menetas ketika kami (Aku, Adul dan Royan) mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan Brondong. Sisa-sisa remang malam nyata masih terasa, siluet kapal besar dengan latar merah darah masih menyala-nyala, namun tempat pelelangan itu sudah ramai saja layaknya semarak lebaran.…

thelostraveler

Museum Sangiran Dan Jejak Purbakala

Bagaimana jika kuceritakan padamu bahwa sebenar-benarnya asal-usul manusia adalah sungguh hasil evolusi makhluk sebelumnya? Bagaimana jika Adam tak pernah ada dan peradaban bukan dimulai oleh dua individu buangan surga, melainkan adaptasi sekelompok manusia purba? Bagaimana jika segala cerita nabi-nabi dalam kitab hanyalah dongeng, dan sengaja dikisahkan peradaban terdahulu agar manusia yang semakin kompleks memiliki peraturan…

thelostraveler

Hilangnya Gema Lokananta

Jujur kukatakan padamu bahwa Solo telah berhasil membuat hatiku jatuh saat didatangi pertama kali. Kota Istimewa yang tanpa status istimewa ini hadir dalam raut sederhana tanpa hiasan nan dilebih-lebihkan. Mungkin memang begitulah seharusnya sebuah kota, dilihat dan didekati secara apa adanya. Disinggahi, dihuni, dan dicintai secara jujur tanpa harus merujuk pada hal yang serba indah.…

thelostraveler

Pandai Besi, Seniman Gamelan Yang Dilupakan

Suara dencing besi menyambut ketika langkah kakiku memasuki dapur tempa pembuatan Gamelan di desa Bekonang, Solo. Terlihat sebuah bara logam sedang menderita dalam nyala pembakaran ditengah ruangan, menjadikannya merah sempurna. Sesekali blower listrik ditiupkan, menyebabkan percikan api melayang-layang kesegala arah. Hanya sedikit bias cahaya matahari yang menerangi. Barangkali suasana memang sengaja dipertahankan remang agar mudah…

thelostraveler

Sekaten, Sebenar-Benarnya Pesta Rakyat

Remah hujan masih terasa dalam bentuk jalanan becek dan rerumputan basah. Senja telah habis digantikan malam berwarna kelabu. Tak ada Aldebaran, tak terlihat Canopus pun Orion yang memburu Scorpio. Awan menyelimuti langit dengan penuh, namun tidak sedikitpun mengurangi keceriaan Sekaten di alun-alun utara keraton Surakarta. Rangkaian acara yang didaulat hadir sekali dalam setahun ini rutin…

Kampung Rinca dan Nasib Para Nakhoda

Setelah melewati perjalanan panjang antara Sape dan Manggarai, akhirnya aku tiba di Labuan Bajo. Saat itu paras pagi masih bermandi embun, sebutir matahari muda merayap pelan di posisinya untuk menandai timur. Sejauh mata memandang hanya samudera biru tiada berhingga, diatasnya membentang gelanggang awan terbang melayang. Segera tercium aroma petualangan di udara, rasa senangku limpah ruah,…