Collective Post

Photography

Contact

Ironi di Pulau Mbokita

Hujan nampaknya belum lama berhenti ketika pagi pertama datang ke pulau Mbokita. Tanah basah dan bau petrikor masih menguar dari bumi yang lembab. Aku terbangun memandangi tingkap atap yang kuyup, sendi-sendiku beku. Semalam udara dingin masuk melalui celah papan dan daun pintu yang tak tertutup rapat, jadilah tidurku tiada lelap. Sebentar-sebentar terbangun sampai kemudian kuputuskan…

Labengki, Dari Laguna Hingga Nusa Karang

Barangkali Labengki boleh disebut sebagai permata yang belum dipoles. Meskipun namanya tak seriuh Bunaken atau Toraja, namun kepulauan yang terserak di perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah ini sungguh memiliki kekayaan alam yang tak tepermanai. Panorama elok nan jarang dijamah turis, serta manusia-manusia ramah nan royal senyum. Adalah Audi Rakhmadan yang pertama kali menebar racun…

Danau Inle, Wajah Ketiga Myanmar

Kukira, pagi yang dimulai tanpa kopi itu akan berlalu dengan sangat menjengkelkan. Namun nyatanya Tuhan sedang bermurah hati, Ia mengganti sarapanku dengan sesuatu yang lebih baik. Sebutir matahari yang lahir pelan-pelan, ditaruh pada tubir langit merah saga, ditaburi kawanan burung berarak pelan, dan disajikan pada latar Danau Inle maha luas. Udara masih berkabut serupa kepulan…

Sebuah Teladan Dalam Merawat Kenangan

Menjelang tengah hari setidaknya aku telah menyambangi sebelas candi dan satu museum. Motor sewaanku kini sibuk mengarungi jalan tanah yang dipenuhi kerikil menuju Htilominlo, candi batu yang didirikan sekitar akhir abad ke 12. Satu perkara yang membuat candi ini layak untuk dikunjungi adalah riwayat pembangunannya. Konon, saat Raja Narapatisithu ingin melengserkan tahta kerajaan, dikumpulkanlah kelima…

Bagan dan Lorong Waktu ke Masa Lalu

Malam tadi berlangsung panjang, hitam, dan tanpa mimpi. Kini, justru ketika membuka mata, kutemukan diriku sedang berada dalam rasian. Berselimut halimun, sebuah kota tua nan sureal dipapaskan pada hadapku. Ribuan candi batu mencuat bagai tumbuh dari tanah, tidak lekang oleh usia. Menuruti peta bertarikh 1886, daerah ini pernah disebut Pagan. Setelah abad berganti, nama itu…

Yangon, Sang Ibukota yang Pensiun

Pagi datang dengan cepat, aku terbangun di sebuah dormitori bernama Shannakalay. Semalam pilihanku jatuh di sini karena letaknya dekat dengan pusat kota, lagipula mereka mengaku tidak keberatan jika dibayar dengan dollar. Sebuah keputusan yang pagi ini terbukti keliru. Usai menghabiskan sarapan dan bersiap-siap keluar, sang pemilik dormitori mengingkari janjinya, mereka menolak dollar yang kuserahkan. Entah…

Kisah Penghabisan di Temajuk

“Kasihan, umur bapak sudah enam puluh Bang,” ujar Eno. “Padahal sudah dilarang kerja, tapi bapak ga betah di rumah kalau ga ada kegiatan,” sambungnya lagi. Eno dan bapaknya adalah kernet truk barang yang kutumpangi semalam. Hari ini, selepas mengelilingi Temajuk, aku bersua kembali dengan mereka dan ditawari untuk ikut serta pulang ke Sambas. Demikian ceritanya…

Nasionalisme di Ujung Negeri

Pagi datang. Kedinginan, kaki kebas, dan punggung sakit adalah hal pertama yang kurasakan setelah semalaman tidur hanya beralaskan papan di bagian belakang truk barang. Kemarin, saat semangatku sudah mulai surut sebab mengira akan terdampar semalaman di Paloh, sebuah truk barang tiba-tiba melintas dari arah selatan. Melihat hadapnya, kuperkirakan truk itu hendak menuju pelabuhan. Setelah pelabuhan…