Collective Post

Photography

Contact

Pleidoi si Penebang Hutan

Setiap pencerita pastilah berniat memukau orang sejak kalimat pertama. Itu pula sebenarnya niatku meski pada akhirnya hanya bisa kudapatkan sebaris kalimat pengakuan bahwa aku adalah seorang penebang hutan. Benar, tidak ada yang salah baca di sini dan aku sedang tidak keliru menulis. Aku bisa saja memulai cerita dengan slogan heroik soal hutan yang paru-paru dunia,…

Di Balik Senyuman Kuil Bayon

Ratusan tentara di sebelah kiri, ratusan pemberontak berwajah penuh gemuk berada di sebelah kanan. Mereka berhadap-hadapan namun tak saling lihat, satu kelompok di balik puing kuil, kelompok lain di dalam gerumbul semak, keduanya dipisah jarak ribuan langkah. Masing-masing tengkurap bersembunyi memasang mata seawas elang, tangan menggenggam sepucuk senapan jarak jauh berlaras panjang, dengan teropong pendek,…

Tentang si Kota Besar, Angkor Thom

Sepengetahuan mereka, hari itu langit sedang terang dan matahari terik. Tidak ada awan gelap juga tidak ada tidur yang disinggahi mimpi buruk. Penduduk kota Angkor masih mengurusi kebun atau membajak sawah, sebagian mereka mungkin tengah berdoa sementara yang lain memilih bersenggama. Apapun yang mereka lakukan, mereka masih berkegiatan sebagaimana biasa tanpa pernah menduga apa yang…

Kuil Dua Agama itu Bernama Angkor Wat

Jika Indonesia memiliki Prambanan di Sleman sana, maka Kamboja memiliki Angkor Wat di utara kota Siem Reap. Mereka sama-sama memiliki langgam arsitektur menjulang perlambang gunung Meru. Sama-sama kuil Hindu meski Prambanan dibangun untuk memuliakan Siwa sedangkan Angkor wat merupakan persembahan bagi Wisnu. Dua kuil itu bagai sepasang anak kembar yang lahir di tempat dan waktu…

Angkor, Kota Tua Yang Bertahan

Aku bangun saat matahari sudah setinggi penggalah dan langsung merutuk sebab gagal melihatnya terbit dari Angkor Wat. Memang salahku sendiri, mengingat semalam kuhabiskan waktu hingga larut berbincang dengan sepasang pejalan yang kebetulan berbagi kamar penginapan, tapi setidaknya pada mereka sudah kupesankan untuk membangunkan bila hendak berangkat esok hari. Untuk berjaga-jaga, kusiapkan pula alarm jika sekiranya…

#GAnniversary: Empat Tahun

Kukira tahun lalu adalah tahun paling sepi bagi thelostraveler. Tentu bukan tanpa sebab, aku memiliki apologi untuk hiatus panjang tersebut. Memang pada bulan-bulan pertama sempat kutanamkan semangat bahwa paling tidak sekali dalam seminggu thelostraveler bisa mengeluarkan tulisan. Namun entah kenapa hidupku kemudian rasanya begitu penuh dan membingungkan, hingga tak tahu lagi mana dulu yang sebaiknya…

Sekali Lagi, Kota Malang

Selalu ada perasaan sendu tiap kali aku mengenang kota Malang. Penyebabnya jelas bukan karena kota itu gagal berbagi cerita bahagia, melainkan apa-apa yang tuntas diberinya mustahil untuk kembali diulang. Mafhum jika tiba-tiba saja hatiku meleleh saat berkesempatan mengunjunginya sekali lagi. Agaknya Malang bagiku telah menjelma kekasih yang pintar memaksakan rindu, yang padanya hatiku sudi jatuh…

Melaut dan Menakar Diri Sendiri

“Sudah biasa naik kapal, jadi tak masalah,” jawabku menyombongkan diri. Aku sama sekali tidak berbohong. Sejak dulu, telah bermacam-macam kapal kunaiki, mulai dari perahu kecil nelayan selebar dua hasta, sampai kapal besar dengan ukuran lambung bisa berdepa-depa. Mulai dari yang bercadik dua, sampai yang bermesin ganda. “Ya sudah, nanti kumpul di sana. Jam tiga.” Ucap…