Collective Post

Photography

Contact

Hutang Lama yang Tertebus

Dulu. Dulu sekali, saat masih belum mengenal sekolah, senja bagiku adalah waktu yang paling menyiksa. Terlebih ketika berserah-terimanya azan dan ikamah magrib. Aku akan sekuat tenaga diseret ke kamar mandi, ditelanjangi, dimandikan paksa, dipakaikan baju longgar, dan tiada peduli tangisku meraung, bedak itu, yang sampai sekarang masih kuingat baunya itu, akan ditaburi ke mukaku tanpa…

Kota yang Tahu Cara Bersenang-senang

“May I take a picture?” Tanyaku akhirnya memberanikan diri. “Yeah, sure. It’s legal, you can take any pictures.” “Thanks,” balasku bahagia mendengar jawabannya. “Please, tag us on facebook, if you don’t mind.” Sepuluh menit sebelum percakapan itu terjadi, aku masih gamang memutuskan apakah masuk atau surut sama sekali. Dari luar, bangunan bercat putih itu terlihat…

Di Dalam Pesawat

Aku menulis catatan ini sebagian besar di lambung pesawat saat berada dalam perjalanan panjang menuju Taiwan, kemudian disambung lagi saat membelah langit yang terentang di atas samudera Pasifik menuju San Francisco. Ini adalah perjalanan panjang ke duaku setelah Australia. Mungkin bagi sebagian orang, terkurung dalam perjalanan berbelas jam dengan telepon yang tidak berbunyi dan internet…

Pleidoi si Penebang Hutan

Setiap pencerita pastilah berniat memukau orang sejak kalimat pertama. Itu pula sebenarnya niatku meski pada akhirnya hanya bisa kudapatkan sebaris kalimat pengakuan bahwa aku adalah seorang penebang hutan. Benar, tidak ada yang salah baca di sini dan aku sedang tidak keliru menulis. Aku bisa saja memulai cerita dengan slogan heroik soal hutan yang paru-paru dunia,…

Di Balik Senyuman Kuil Bayon

Ratusan tentara di sebelah kiri, ratusan pemberontak berwajah penuh gemuk berada di sebelah kanan. Mereka berhadap-hadapan namun tak saling lihat, satu kelompok di balik puing kuil, kelompok lain di dalam gerumbul semak, keduanya dipisah jarak ribuan langkah. Masing-masing tengkurap bersembunyi memasang mata seawas elang, tangan menggenggam sepucuk senapan jarak jauh berlaras panjang, dengan teropong pendek,…

Tentang si Kota Besar, Angkor Thom

Sepengetahuan mereka, hari itu langit sedang terang dan matahari terik. Tidak ada awan gelap juga tidak ada tidur yang disinggahi mimpi buruk. Penduduk kota Angkor masih mengurusi kebun atau membajak sawah, sebagian mereka mungkin tengah berdoa sementara yang lain memilih bersenggama. Apapun yang mereka lakukan, mereka masih berkegiatan sebagaimana biasa tanpa pernah menduga apa yang…

Kuil Dua Agama itu Bernama Angkor Wat

Jika Indonesia memiliki Prambanan di Sleman sana, maka Kamboja memiliki Angkor Wat di utara kota Siem Reap. Mereka sama-sama memiliki langgam arsitektur menjulang perlambang gunung Meru. Sama-sama kuil Hindu meski Prambanan dibangun untuk memuliakan Siwa sedangkan Angkor wat merupakan persembahan bagi Wisnu. Dua kuil itu bagai sepasang anak kembar yang lahir di tempat dan waktu…