Collective Post

Photography

Contact

Melankolia Patah Hati

Ada satu hal yang belakangan sering sekali kulakukan. Mengecek ponsel dan berharap ada namamu di sana. Mungkin bodoh mengharapkan sesuatu yang jelas mustahil, seperti menginginkan abu dari tungku-tungku pembakaran yang tidak pernah menyala. Tapi Puan, bukankah manusia seperti kita memang dilahirkan dengan kepala sekeras batu? Alih-alih menjadi dewasa dan berdamai dengan keadaan, aku malah memeliharanya,…

Yang Tak Pernah Terbalas

Aku sedang dalam perjalanan menemui customer saat pesan itu tiba, “Yof, kau tak perlu menungguku setiap hari, bahkan ada baiknya jika mulai mengurangi ketergantungan.” Tanganku gemetar, punggungku jatuh lebih dalam pada tempat duduk. Mobil masih melaju, namun kota-kota kian kabur dari pandangan. Suara temanku yang sedang menyetir juga semakin lama semakin redup, kemudian lindap kepada…

Perihal Mencintai

Hey Puan, bolehkah aku berpura-pura sebentar menjadi gila dengan menganggap kita adalah sepasang kekasih? Dalam kepalaku, kubayangkan kita tengah menjalani hari-hari yang menyenangkan, berbincang lebih intens, bercanda lebih sering, dan tentunya bersama lebih kerap dari biasanya. Mengertilah, hal itu kulakukan sebab ujung yang akan terbentang bagi kita kelak, barangkali hanya ada satu, yaitu percabangan jalan.…

Menjadi Perempuan

Tidak pernah mudah menjadi perempuan, terlebih di negeri yang maskulin seperti Indonesia. Perempuan selalu dituntut untuk bisa menyesuaikan standar konstruksi sosial, dan standar yang begitu tengik itu disebut budaya patriaki. Dalam konsep patriaki laki-laki merupakan pemegang kekuasaan utama yang berhak mengontrol perempuan atas segala aspek, mulai dari ranah personal hingga ranah yang lebih luas seperti…

Untuk Anakku Kelak

Anakku, kenalkan aku ayahmu. Saat surat ini dituliskan, kau tentu belumlah mengenal dunia. Tenang saja, kelak kita akan memiliki banyak sekali waktu untuk itu. Kita akan menghabiskan banyak malam untuk saling bercerita perihal kehidupan sehari-hari, perihal kota yang macet, perihal matahari yang terbit, dan perihal-perihal lainnya. Kita akan saling bercerita dan tertawa hingga larut dan…

Lazuardi di Semenanjung Utara Berau

Saat matahari tengah tegak-tegaknya di atas kepala, sebuah kapal cepat berlari di atas Laut Sulawesi. Tuas kemudi diserongkan sebanyak 150 derajad ke arah selatan. Tujuannya satu, kepulauan Derawan, sebuah kompleks lazuardi nan terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau. Secara jarak, memang akan lebih mudah mengunjungi Derawan dari Kabupaten Berau, namun karena perjalananku kali…

Ziarah Di Tepi Batang Hari

“Ziarah itu memerlukan iman, jika tidak, kau hanya akan berakhir menjadi turis yang memandangi reruntuhan batu” -Lama Zopa Timpoche Iman itu pula yang menyeret I-Tsing, seorang peziarah dari Tiongkok, untuk berjauh-jauh meninggalkan kampung halamannya di Canton dan berangkat menuju India pada tahun 671. Bukan perjalanan yang biasa karena tak lagi ditempuh melalui Jalur Sutera. Alur…

Ironi di Pulau Mbokita

Hujan nampaknya belum lama berhenti ketika pagi pertama datang ke pulau Mbokita. Tanah basah dan bau petrikor masih menguar dari bumi yang lembab. Aku terbangun memandangi tingkap atap yang kuyup, sendi-sendiku beku. Semalam udara dingin masuk melalui celah papan dan daun pintu yang tak tertutup rapat, jadilah tidurku tiada lelap. Sebentar-sebentar terbangun sampai kemudian kuputuskan…

Labengki, Dari Laguna Hingga Nusa Karang

Barangkali Labengki boleh disebut sebagai permata yang belum dipoles. Meskipun namanya tak seriuh Bunaken atau Toraja, namun kepulauan yang terserak di perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah ini sungguh memiliki kekayaan alam yang tak tepermanai. Panorama elok nan jarang dijamah turis, serta manusia-manusia ramah nan royal senyum. Adalah Audi Rakhmadan yang pertama kali menebar racun…