Collective Post

Photography

Contact

Sebuah Teladan Dalam Merawat Kenangan

Menjelang tengah hari setidaknya aku telah menyambangi sebelas candi dan satu museum. Motor sewaanku kini sibuk mengarungi jalan tanah yang dipenuhi kerikil menuju Htilominlo, candi batu yang didirikan sekitar akhir abad ke 12. Satu perkara yang membuat candi ini layak untuk dikunjungi adalah riwayat pembangunannya. Konon, saat Raja Narapatisithu ingin melengserkan tahta kerajaan, dikumpulkanlah kelima…

Bagan dan Lorong Waktu ke Masa Lalu

Malam tadi berlangsung panjang, hitam, dan tanpa mimpi. Kini, justru ketika membuka mata, kutemukan diriku sedang berada dalam rasian. Berselimut halimun, sebuah kota tua nan sureal dipapaskan pada hadapku. Ribuan candi batu mencuat bagai tumbuh dari tanah, tidak lekang oleh usia. Menuruti peta bertarikh 1886, daerah ini pernah disebut Pagan. Setelah abad berganti, nama itu…

Yangon, Sang Ibukota yang Pensiun

Pagi datang dengan cepat, aku terbangun di sebuah dormitori bernama Shannakalay. Semalam pilihanku jatuh di sini karena letaknya dekat dengan pusat kota, lagipula mereka mengaku tidak keberatan jika dibayar dengan dollar. Sebuah keputusan yang pagi ini terbukti keliru. Usai menghabiskan sarapan dan bersiap-siap keluar, sang pemilik dormitori mengingkari janjinya, mereka menolak dollar yang kuserahkan. Entah…

Kisah Penghabisan di Temajuk

“Kasihan, umur bapak sudah enam puluh Bang,” ujar Eno. “Padahal sudah dilarang kerja, tapi bapak ga betah di rumah kalau ga ada kegiatan,” sambungnya lagi. Eno dan bapaknya adalah kernet truk barang yang kutumpangi semalam. Hari ini, selepas mengelilingi Temajuk, aku bersua kembali dengan mereka dan ditawari untuk ikut serta pulang ke Sambas. Demikian ceritanya…

Nasionalisme di Ujung Negeri

Pagi datang. Kedinginan, kaki kebas, dan punggung sakit adalah hal pertama yang kurasakan setelah semalaman tidur hanya beralaskan papan di bagian belakang truk barang. Kemarin, saat semangatku sudah mulai surut sebab mengira akan terdampar semalaman di Paloh, sebuah truk barang tiba-tiba melintas dari arah selatan. Melihat hadapnya, kuperkirakan truk itu hendak menuju pelabuhan. Setelah pelabuhan…

Menuju Perbatasan

“Abang nak ngapain ke Temajuk?” tanya Bang Dayat, sopir oto yang membawaku dari Pontianak ke dusun Merbau, Kecamatan Paloh. Sesering melakukan perjalanan, sesering itu pula pertanyaan serupa telah kudengar. Pertanyaan seperti itu sebenarnya adalah pertanyaan yang serius, namun karena begitu kerap diulang, maka ia lambat laun kehilangan arti dan berakhir menjadi penghias percakapan belaka. “Ndak…

To Makula, Hidup Tidak, Mati Belum

“Mari masuk” Ucap kak Katrina mempersilakan. Aku dan kak Olive yang sedari tadi menunggu di ambang pintu langsung melepas kasut dan mengikutinya ke dalam rumah. Berbeda dengan rumah milik tetangga, kak Katrina tidak lagi tinggal di dalam tongkonan, melainkan sebuah rumah panggung biasa yang atapnya enggan menunjuk langit. Interiornya pun lebih kompleks. Dipartisi oleh papan-papan…

Hikayat Orang Mati

Kisah ini sesungguhnya adalah kisah terlarang yang tak boleh kau dengar, apalagi ditutur ulang. Oleh orang-orang tua di kampungku, yang paham benar soal hikayat, cerita ini bahkan dipendam dalam-dalam agar tak beranak pinak pada siapapun. Namun kali ini biarlah kubuat sebuah pengecualian. Aku akan menterakannya dengan ketentuan hanya boleh kau simak sekali saja. Setelah itu,…