Pantai Batu Kalang dan Ingatan Purba

Seorang anak dengan muka kusam dan badan bau peluh berlari menuju sebuah rumah di pojokan sawah. Dia terlihat buru-buru seolah sedang dikejar sesuatu. Tanpa sempat melepas seragam putih dan celana merah pendek, anak tersebut sudah keluar lagi dengan tangan menjinjing sepeda. Berlagak seperti montir ternama, dia memasang mimik serius dan mulai berjongkok memeriksa keadaan. Matanya…

Jembatan Akar dan Sebuah Perjalanan Kontemplatif

Sungguh aku malu tiap kali ditanya “Sudah kemana saja kalau di Padang.” Kepalaku pasti akan langsung menunduk sembari berucap “Tidak kemana-mana.” Jujur kukatakan padamu bahwa aku memang belum pernah bepergian di kampung halaman. Dibesarkan dalam ritme hidup super sibuk membuatku tak sempat melihat-lihat pekarangan rumah sendiri. Pagi sampai siang dihabiskan di sekolah, siang sampai sore…

Malin Kundang, Si Durhaka Dari Tanah Sumatera

Langit sedang mengamuk kala itu, menumpahkan badai yang sangat. Di tengah lautan terlihat sebuah kapal besar yang sibuk digoyang kemarahan samudera. Debur ombak menghantam segala yang melintas di atasnya. Layar-layar lebar dari kain terbaik mulai compang camping dihempas angin kencang. Begitu riuh, begitu menakutkan. Malin Kundang, sang kapten kapal bersimpuh menahan gentar, pucat pasi menghiasi…

thelostraveler

Merekam Jejak Siti Nurbaya

Memang sungguhlah piawai Marah Roesli dalam mengeja aksara, menyusun deretan kata demi kata. Novelnya yang berjudul “Kasih Tak Sampai” menjadi salah satu karya sastra yang tak lapuk dimakan waktu. Dia bercerita tentang luka, getir dan cinta yang kandas antara Siti Nurbaya dengan Syamsul Bahri. Lilitan hutang memaksa orang tua Siti Nurbaya harus rela menjodohkan anaknya…

Mengunjungi Lampung Hingga Pelosok

Aku bukanlah seorang pejalan bijak bestari pun berpengetahuan tinggi. Bukan pula seorang yang memiliki dedikasi teramat tinggi terhadap kemajuan pariwisata yang makin lama makin berkubang industri. Aku cuma seorang perantau jauh dari ranah kelahiran, yang mencoba mencari rumah disetiap persinggahan. Serupa rumah, akupun selalu berharap bahwa tanah yang kutapaki dan langit yang meneduhi senantiasa damai…

Menemu Makna di Subi Besar (part 2)

Sesampainya di pinggir dermaga, kedai kopi sederhana adalah tempat pertama kaki melangkah. Aku memesan segelas, kental dan panas. Ada sesuatu yang beda ketika menyicip kopinya pertama kali. Harumnya tinggal lama di liang hidung sewaktu gelegak air dituang ke dasar gelas. Rasanya yang tebal duduk nyaman di lidah sebelum turun pelan-pelan melewati kerongkongan. Pahitnya memenuhi rongga…

Belajar Menemu Makna di Subi Besar (Part 1)

Apa kabarmu kawan pejalan? Lama kita tak bertegur sapa, masihkah kakimu melangkah di setiap jengkal tanah nusantara? Sini duduk sebentar, aku ingin sedikit berbagi. Kali ini aku takkan bercerita mengenai indahnya Indonesia, namun tentang beberapa makna yang sarat kudapat ketika berkunjung di sudut terpencil negeri. Mari kita berbincang tentang masyarakat melayu laut di salah satu…

Natuna, Mutiara Di Ujung Utara

Tengah hari saya mendarat di bandara Ranai kepulauan Natuna, salah satu pulau di garis terluar negara Republik Indonesia. Perjalanan ditempuh selama satu jam sepuluh menit dari bandara Hang Nadim Batam. Pesawat wings air berjenis propeller yang kutumpangi terbang lancar tanpa penundaan. Landasan pendaratan masih terlihat basah, sepertinya bumi natuna baru saja diguyur hujan. Namun sekarang…

Mengenang Padang

30 september 2009, ranah minangkabau diguncang gempa berkekuatan 7,6 skala richter. Gempa yang berpusat di 57 km dari pariaman ini telah menghancurkan infrastruktur komunikasi dan aliran listrik sehingga Padang menjadi gelap gulita. Gempa juga menewaskan 1.117orang dan meluluhlantakkan 200.000 unit rumah pendduduk. Di Pariaman tiga desa tenggelam dimakan tanah, menjadikan lokasi ini kuburan massal. Bahkan…