Semeru menjadi semakin banyak penggemar, semenjak film 5cm ditayangkan di layar lebar, sangat banyak orang yang penasaran dan berdatangan ingin melihat titik tertinggi di pulau jawa ini secara dekat.

Ada orang yang berambisi untuk menaklukkan dan menginjakkan kakinya di puncak, ada yang ingin sekedar beristirahat di tepian danau Ranu Kumbolo, ada yang ingin mengabadikan foto di padang savana sepanjang perjalanan, ada juga yang penasaran dan ingin membuktikan mitos tanjakan cinta yang diyakini dapat membuat cerita cinta para pendaki berjalan lancar, bahkan ada yang hanya ingin sekedar mengambil bunga edelweis untuk diberikan kepada sang kekasih (cara terselubung yang sangat klasik sekali dalam merusak alam)

Namun tidak buat saya, yang saya inginkan hanyalah ketenangan. Menjauh dari hingar bingar perkotaan yang semakin lama semakin sesak. Jika Semeru juga tak ubahnya layak perkotaan, lalu dimanakah letak ketenangan yang saya inginkan?
reggTaman Nasional Bromo Tengger Semeru menjawabnya. Tahukah kalian bahwa ada sebuah danau di kaki gunung Semeru yang dapat dijadikan tempat untuk menjauh dari para pendaki yang telah memenuhi Ranu Pani dan Ranu Kumbolo?. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan Ranu Regulo.

Ranu regulo terletak di ketinggian 2.200 m diatas permukaan laut, tak jauh dari start pendakian Semeru. Danau ini memiliki luas sekitar 0,75 ha. Dari tempat ini, kita bisa melihat Gunung Semeru berdiri megah dengan kaldera di sekitar kawah. Kita hanya perlu melakukan perjalanan sekitar 30 menit, dan bersiaplah untuk mendapatkan pemandangan dan pengalaman yang berbeda dari pendaki lain
renangSudah menjadi sifat saya untuk menemukan sudut pandang lain dari sebuah tempat wisata. Perspektif yang berbeda akan memberikan kita pengalaman yang berbeda pula. Orang bilang saya nekat, orang bilang saya tak patuh peraturan, namun percayalah, berenang di ketinggian merupakan salah satu mimpi saya yang tertimbun lama. Benar sekali, saya datang ke Ranu Regulo dengan membawa Snorkeling set lengkap.

Sudah banyak korban yang tertelan oleh dinginnya air di Ranu Regulo. Anda pun akan dilarang oleh petugas jika sempat terucap kata berenang di salah satu danau kawasan gunung Semeru. Tell me I can’t, then watch me work twice as hard to prove you wrong. Bukankah petualangan baru akan terasa jika anda berada di ambang batas?

Silahkan jawab dengan opini masing-masing, bagi saya, hidup adalah untuk mencoba semua hal. If you never try, you’ll never know.

regulo

22 thoughts on “Berenang Di Ketinggian Ranu Regulo”

  1. emang dingin banget dulu aq juga pernah renang di ranu regulo tahun kemarin pas pagi2 pemandangannya gak kalah keren ada kabut2 nya bisa liat di blog saya ranselwisata.blogspot.com

    1. wiiihh, ada mas wira, hehe, makasi uda mampir mas :p
      hehe, kalo mapir ksini kabar2 mas, biar bs kopi darat waktu di malangnya
      berenang kalo bulan2 skrg bisa bikin kelelep mas, kram di tengah danau gara2 kedinginan
      hehe
      :p

  2. danaunya keren tuh, posisi pstinya dimana ya ? aq ga pernah liat selain ranu pani m rakum klo ksana.. jd penasaran pengen kesana.. thanks 🙂

  3. Anjrit. Baru kali ini baca tulisan pendek yang bikin kesel…. Kayak baca novel tebel yang udah asyik bacanya trus sama si penulis dibikin gantung bagian akhir. Keselll. Pengen banting bukunya…. Lalu di kepala seperti sedang berdialog menemukan akhir cerita, “Jadi, apakah tokoh utama mati kecebur danau? Atau malah justru menemukan kekasih sewaktu menghangatkan badan pakai api unggun?”

    Udah bikin buku g sih mas?

Leave a Reply

%d bloggers like this: