Lazuardi di Semenanjung Utara Berau

Saat matahari tengah tegak-tegaknya di atas kepala, sebuah kapal cepat berlari di atas Laut Sulawesi. Tuas kemudi diserongkan sebanyak 150 derajad ke arah selatan. Tujuannya satu, kepulauan Derawan, sebuah kompleks lazuardi nan terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau. Secara jarak, memang akan lebih mudah mengunjungi Derawan dari Kabupaten Berau, namun karena perjalananku kali…

Ziarah Di Tepi Batang Hari

“Ziarah itu memerlukan iman, jika tidak, kau hanya akan berakhir menjadi turis yang memandangi reruntuhan batu” -Lama Zopa Timpoche Iman itu pula yang menyeret I-Tsing, seorang peziarah dari Tiongkok, untuk berjauh-jauh meninggalkan kampung halamannya di Canton dan berangkat menuju India pada tahun 671. Bukan perjalanan yang biasa karena tak lagi ditempuh melalui Jalur Sutera. Alur…

Ironi di Pulau Mbokita

Hujan nampaknya belum lama berhenti ketika pagi pertama datang ke pulau Mbokita. Tanah basah dan bau petrikor masih menguar dari bumi yang lembab. Aku terbangun memandangi tingkap atap yang kuyup, sendi-sendiku beku. Semalam udara dingin masuk melalui celah papan dan daun pintu yang tak tertutup rapat, jadilah tidurku tiada lelap. Sebentar-sebentar terbangun sampai kemudian kuputuskan…

Labengki, Dari Laguna Hingga Nusa Karang

Barangkali Labengki boleh disebut sebagai permata yang belum dipoles. Meskipun namanya tak seriuh Bunaken atau Toraja, namun kepulauan yang terserak di perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah ini sungguh memiliki kekayaan alam yang tak tepermanai. Panorama elok nan jarang dijamah turis, serta manusia-manusia ramah nan royal senyum. Adalah Audi Rakhmadan yang pertama kali menebar racun…

Kisah Penghabisan di Temajuk

“Kasihan, umur bapak sudah enam puluh Bang,” ujar Eno. “Padahal sudah dilarang kerja, tapi bapak ga betah di rumah kalau ga ada kegiatan,” sambungnya lagi. Eno dan bapaknya adalah kernet truk barang yang kutumpangi semalam. Hari ini, selepas mengelilingi Temajuk, aku bersua kembali dengan mereka dan ditawari untuk ikut serta pulang ke Sambas. Demikian ceritanya…

Nasionalisme di Ujung Negeri

Pagi datang. Kedinginan, kaki kebas, dan punggung sakit adalah hal pertama yang kurasakan setelah semalaman tidur hanya beralaskan papan di bagian belakang truk barang. Kemarin, saat semangatku sudah mulai surut sebab mengira akan terdampar semalaman di Paloh, sebuah truk barang tiba-tiba melintas dari arah selatan. Melihat hadapnya, kuperkirakan truk itu hendak menuju pelabuhan. Setelah pelabuhan…

Menuju Perbatasan

“Abang nak ngapain ke Temajuk?” tanya Bang Dayat, sopir oto yang membawaku dari Pontianak ke dusun Merbau, Kecamatan Paloh. Sesering melakukan perjalanan, sesering itu pula pertanyaan serupa telah kudengar. Pertanyaan seperti itu sebenarnya adalah pertanyaan yang serius, namun karena begitu kerap diulang, maka ia lambat laun kehilangan arti dan berakhir menjadi penghias percakapan belaka. “Ndak…

To Makula, Hidup Tidak, Mati Belum

“Mari masuk” Ucap kak Katrina mempersilakan. Aku dan kak Olive yang sedari tadi menunggu di ambang pintu langsung melepas kasut dan mengikutinya ke dalam rumah. Berbeda dengan rumah milik tetangga, kak Katrina tidak lagi tinggal di dalam tongkonan, melainkan sebuah rumah panggung biasa yang atapnya enggan menunjuk langit. Interiornya pun lebih kompleks. Dipartisi oleh papan-papan…

Hikayat Orang Mati

Kisah ini sesungguhnya adalah kisah terlarang yang tak boleh kau dengar, apalagi ditutur ulang. Oleh orang-orang tua di kampungku, yang paham benar soal hikayat, cerita ini bahkan dipendam dalam-dalam agar tak beranak pinak pada siapapun. Namun kali ini biarlah kubuat sebuah pengecualian. Aku akan menterakannya dengan ketentuan hanya boleh kau simak sekali saja. Setelah itu,…