Melankolia Patah Hati

Ada satu hal yang belakangan sering sekali kulakukan. Mengecek ponsel dan berharap ada namamu di sana. Mungkin bodoh mengharapkan sesuatu yang jelas mustahil, seperti menginginkan abu dari tungku-tungku pembakaran yang tidak pernah menyala. Tapi Puan, bukankah manusia seperti kita memang dilahirkan dengan kepala sekeras batu? Alih-alih menjadi dewasa dan berdamai dengan keadaan, aku malah memeliharanya,…

Yang Tak Pernah Terbalas

Aku sedang dalam perjalanan menemui customer saat pesan itu tiba, “Yof, kau tak perlu menungguku setiap hari, bahkan ada baiknya jika mulai mengurangi ketergantungan.” Tanganku gemetar, punggungku jatuh lebih dalam pada tempat duduk. Mobil masih melaju, namun kota-kota kian kabur dari pandangan. Suara temanku yang sedang menyetir juga semakin lama semakin redup, kemudian lindap kepada…

Perihal Mencintai

Hey Puan, bolehkah aku berpura-pura sebentar menjadi gila dengan menganggap kita adalah sepasang kekasih? Dalam kepalaku, kubayangkan kita tengah menjalani hari-hari yang menyenangkan, berbincang lebih intens, bercanda lebih sering, dan tentunya bersama lebih kerap dari biasanya. Mengertilah, hal itu kulakukan sebab ujung yang akan terbentang bagi kita kelak, barangkali hanya ada satu, yaitu percabangan jalan.…

Menjadi Perempuan

Tidak pernah mudah menjadi perempuan, terlebih di negeri yang maskulin seperti Indonesia. Perempuan selalu dituntut untuk bisa menyesuaikan standar konstruksi sosial, dan standar yang begitu tengik itu disebut budaya patriaki. Dalam konsep patriaki laki-laki merupakan pemegang kekuasaan utama yang berhak mengontrol perempuan atas segala aspek, mulai dari ranah personal hingga ranah yang lebih luas seperti…

Untuk Anakku Kelak

Anakku, kenalkan aku ayahmu. Saat surat ini dituliskan, kau tentu belumlah mengenal dunia. Tenang saja, kelak kita akan memiliki banyak sekali waktu untuk itu. Kita akan menghabiskan banyak malam untuk saling bercerita perihal kehidupan sehari-hari, perihal kota yang macet, perihal matahari yang terbit, dan perihal-perihal lainnya. Kita akan saling bercerita dan tertawa hingga larut dan…

Menggenapi Usia

Sampai saat ini aku masih percaya bahwa ulang tahun adalah sebuah kehilangan yang dirayakan, persis seperti pemakaman senja ranum yang diulur-ulur menunggu perpisahan. Barangkali hal ini membuktikan bahwa kehilangan tak selalu harus menyigi kisah melankoli menyedihkan. Ada yang menyulut perayaan ini dengan retas kembang api dan nyala lilin di atas kue menggiurkan. Namun seperti tahun…

Sebuah Pengakuan

Pada suatu sore yang teduh pernah seorang karib menanyakan kepadaku perihal tulisan apa saja yang pernah kubaca. Jujur kukatakan, sebenarnya aku adalah tipe orang yang membaca segala. Namun untuk urusan catatan perjalanan, entah kenapa aku sangat selektif. Tak banyak travel blog yang bisa membuatku jatuh hati. Seperti musik yang selalu bisa mencari telinga pendengarnya, tulisan…

Mempelajari Rumah Para Pendaki

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul jangan mau mati di gunung. Banyak pendaki yang dengan sembarangan menganggap enteng dan berfikir bisa menaklukkan gunung. SALAH, alam telah terlebih dahulu ada bahkan sebelum dirimu lahir, jangan berfikir bisa mengalahkan mereka, tekan sedikit egomu. Mendaki gunung bukanlah ajang eksistensi atau pembuktian diri, lebih dari…

yofangga rayson

Jangan Mau Mati Di Gunung

Ditulis karena beberapa gerah yang membakar kepala sebab banyaknya kasus kematian saat mendaki gunung dalam tiga bulan terakhir. Tulisan ini lumayan panjang, bagi yang tak betah langsung saja tinggalkan. Saya tak memaksa masyarakat menjadi pintar, silahkan bodoh dengan cara sendiri, lalu nikmati. Pendakian gunung telah menjadi hal yang lumrah dalam beberapa tahun terakhir. Semakin sporadisnya…