thelostraveler

Antara Baluran Dan Percakapanku Dengan Akasia

Di dalam sebuah kota, ruang bermain adalah perihal yang telah lama hilang. Mungkin itulah salah satu alasanku sering bepergian ke hutan maupun lautan, menemukan lagi taman-taman yang sekarang keberadaannya semakin terancam. Jika sudah mulai jengah dengan geliat beton dan gedung bertingkat, biasanya kusempatkan untuk berpelesir disela kesibukan, dan kali ini Taman Nasional Baluran hadir bagai…

Ternyata Di Kawah Ijen Ada Kehidupan

Paltuding, pukul satu dinihari. Dingin masih enggan berhenti menusuk tulang. Seorang bapak bangun dari dipan kayu dirumahnya yang juga kayu. Setelah dirasa agak lurus punggungnya, dia ke samping tempat tidur, saya bilang begitu, tapi dia kata itu dapur. Biarlah kita bersepakat saja, dia mulai merebus air tak seberapa dan mulai meramu kopi panas. Satu tiga…

Suatu Senja Di Gili Trawangan

Selain awan dan pantai, hal lain yang sangat kusukai adalah senja. Senja bagiku tak hanya sekedar guratan merah yang menyala, pun melesat-lesat di atas langit. Lebih dari itu, senja adalah sebuah persekutuan ruang dan waktu. Sebuah kesepakatan semesta untuk memberi sapuan warna jingga dalam ruang langit pada sekerat waktu sore, hingga menjadi semacam perpisahan yang…

Mengunjungi Lampung Hingga Pelosok

Aku bukanlah seorang pejalan bijak bestari pun berpengetahuan tinggi. Bukan pula seorang yang memiliki dedikasi teramat tinggi terhadap kemajuan pariwisata yang makin lama makin berkubang industri. Aku cuma seorang perantau jauh dari ranah kelahiran, yang mencoba mencari rumah disetiap persinggahan. Serupa rumah, akupun selalu berharap bahwa tanah yang kutapaki dan langit yang meneduhi senantiasa damai…

Hitam-Putih Bromo

Agar tak gagap lagi kau sebut cinta negeri, lihatlah mereka dalam gradasi putih dan hitam. Tetangga tak lagi berumput hijau, kita punya warna yang sama, tak lagi kaulihat mereka berbeda. Objektiflah dalam merasa, buktikan betapa indahnya nusantara. Fajar telah singkap saat deras-daras angin meniup galak selendang mendung. Dari bekas gelap sembab malam, jejak mentari jelas…

Eliminasi Budaya Di Ruang Arsitektur Segenter

Berawal dari skripsi yang tak kunjung kelar dan keinginan menulis lepas yang terus membesar, maka lahirlah penggeseran fungsi dari sebuah pendahuluan tugas akhir menjadi artikel wisata. Tulisan ini akan sedikit berbeda dari tulisan saya sebelumnya, kita masuk ke pembahasan yang sedikit berbau “akademik”, semoga tidak membosankan, dan selamat membaca. Setiap individu dalam suatu masyarakat memiliki…

Antara Sape Dan Manggarai

Aku dalam ketergesaan mencari pelarian baru setelah bilangan minggu lunas kakiku layang di tanah Sasak. Siang ini langkah berangsur sedikit lebih jauh, aku berada di dalam bis menuju Sape, sebuah pelabuhan di ujung timur Sumbawa. Dari celah jendela terlihat sisa matahari keriput di ujung langit biru. Udara Sumbawa memang bagai neraka, panasnya membakar. Sekujur kulitku…

Menemu Makna di Subi Besar (part 2)

Sesampainya di pinggir dermaga, kedai kopi sederhana adalah tempat pertama kaki melangkah. Aku memesan segelas, kental dan panas. Ada sesuatu yang beda ketika menyicip kopinya pertama kali. Harumnya tinggal lama di liang hidung sewaktu gelegak air dituang ke dasar gelas. Rasanya yang tebal duduk nyaman di lidah sebelum turun pelan-pelan melewati kerongkongan. Pahitnya memenuhi rongga…

Belajar Menemu Makna di Subi Besar (Part 1)

Apa kabarmu kawan pejalan? Lama kita tak bertegur sapa, masihkah kakimu melangkah di setiap jengkal tanah nusantara? Sini duduk sebentar, aku ingin sedikit berbagi. Kali ini aku takkan bercerita mengenai indahnya Indonesia, namun tentang beberapa makna yang sarat kudapat ketika berkunjung di sudut terpencil negeri. Mari kita berbincang tentang masyarakat melayu laut di salah satu…