Menemu Makna di Subi Besar (part 2)

Sesampainya di pinggir dermaga, kedai kopi sederhana adalah tempat pertama kaki melangkah. Aku memesan segelas, kental dan panas. Ada sesuatu yang beda ketika menyicip kopinya pertama kali. Harumnya tinggal lama di liang hidung sewaktu gelegak air dituang ke dasar gelas. Rasanya yang tebal duduk nyaman di lidah sebelum turun pelan-pelan melewati kerongkongan. Pahitnya memenuhi rongga…