Remah hujan masih terasa dalam bentuk jalanan becek dan rerumputan basah. Senja telah habis digantikan malam berwarna kelabu. Tak ada Aldebaran, tak terlihat Canopus pun Orion yang memburu Scorpio. Awan menyelimuti langit dengan penuh, namun tidak sedikitpun mengurangi keceriaan Sekaten di alun-alun utara keraton Surakarta. Rangkaian acara yang didaulat hadir sekali dalam setahun ini rutin…
Sekaten, Sebenar-Benarnya Pesta Rakyat
Ayo Piknik, Jangan Kaya Orang Susah
Semalam hujan jatuh utuh, langit seakan meluruhkan tangisnya ke seluruh wajah bumi yang tabah, deras sekali. Guguran gemuruhnya merekah menjadi gerimis, melekat di setiap liat tanah dan pokok pepohonan, lalu meninggalkan anak-anak embun yang berkepul di tingkap atap penginapan. Pagi ini walau telah usai, tetap saja jejak lembabnya menyisakan dingin yang sangat. Aku yang tidur…
Perang Vietnam Yang Bermuka Dua
Tunas matahari mulai menguning, masak ditanak waktu semalaman. Aku yang tak tidur masih saja berusaha mengalimatkan beberapa rasa dan kata sederhana menjadi sebuah aubade, mengalamatkannya pada pagi. Kuharap hari ini langit tetap sejuk dengan terik biru tanpa perangai awan yang selalu saja mengubahnya menjadi platina. Mata sembabku berpendar, tidak saja di Indonesia, disinipun kulihat suasana…
Melepas Bandara Jakarta
Saat menulis cerita ini, aku sedang berada di sebuah kursi panjang ruang tunggu bandara Soekarno Hatta. Usai melewati beberapa petugas administrasi, akhirnya passport dan tiket penerbangan bernomor QZ 8234 lunas diperiksa. Tak lebih tiga puluh menit lagi langkah kakiku akan melepas tanah nusantara untuk sementara bertamu ke negeri tetangga. Ini adalah perjalanan pertamaku keluar negeri,…
Langkah Kaki Titi
Dalam memperingati hari blogger nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober silam, Travel Blogger Indonesia bersepakat untuk saling mereview travel blog satu sama lain. Ketika hasil undian menyandingkan namaku dengan Parahita Satiti, segera kubaca lagi semua tulisannya hingga lunas tuntas dalam beberapa hari. Jujur aku belum pernah bertemu muka dengan Titi sebelumnya, ini memberiku sedikit…
Kisah Rempah Sebelum Tidur
“Alkisah pada suatu masa, terdapatlah gugusan pulau tropis yang tak tergambar peta dunia.” Begitu ibuku memulai cerita tentang sejarah tua yang lusuh. Aku mendekatkan kepala pada lengannya dan bertanya penasaran “Apakah itu pulau hantu, ibu?” “Bukan anakku, hanya saja waktu itu pengetahuan manusia akan semesta masih tak seberapa. Dunia masih dianggap sebagai labirin yang membentang…
[Macau] Penjelajah itu Bernama Harapan
Aku masih sangat kecil kala itu, tahun kedua di sekolah menengah pertama. Pada pelajaran Bahasa Indonesia, kita semua ditugaskan untuk menuliskan karangan tentang harapan dan cita-cita saat besar nanti. Sungguh aku benci dengan pelajaran mengarang. Aku bukanlah pria dengan sejuta kata-kata yang mampu menuntaskan aksara dengan sempurna. Tanganku lebih lihai mengaduk warna dan menatanya di…
Kampung Rinca dan Nasib Para Nakhoda
Setelah melewati perjalanan panjang antara Sape dan Manggarai, akhirnya aku tiba di Labuan Bajo. Saat itu paras pagi masih bermandi embun, sebutir matahari muda merayap pelan di posisinya untuk menandai timur. Sejauh mata memandang hanya samudera biru tiada berhingga, diatasnya membentang gelanggang awan terbang melayang. Segera tercium aroma petualangan di udara, rasa senangku limpah ruah,…
Pantai Batu Kalang dan Ingatan Purba
Seorang anak dengan muka kusam dan badan bau peluh berlari menuju sebuah rumah di pojokan sawah. Dia terlihat buru-buru seolah sedang dikejar sesuatu. Tanpa sempat melepas seragam putih dan celana merah pendek, anak tersebut sudah keluar lagi dengan tangan menjinjing sepeda. Berlagak seperti montir ternama, dia memasang mimik serius dan mulai berjongkok memeriksa keadaan. Matanya…
