Calabai memang tak punya kaldera seperti tambora, juga tak melegenda seperti satonda, namun percayalah, desa cantik yang terletak penghujung sumbawa ini memiliki cara sendiri untuk memberi kenangan dan pengalaman berkesan

Desa Calabai yang menjadi gerbang masuk Pulau Moyo, Pulau Satonda dan Gunung Tambora ini masih sangat tersisih dari laju kehidupan modern. Selain akses listrik yang dibatasi, sinyal ponsel pun adalah sebuah kemewahan yang sulit didapatkan disini.
Keterasingan dari hiruk pikuk dan dinamika kota menjadikan Calabai sebagai sebuah ruang damai yang menyenangkan.

Dengan segala “kekurangan” keindahan artificial, Calabai menggantinya dengan sejuta keindahan nyata yang membuat mulut tak henti untuk berdecak kagum. Desa ini memiliki sebuah panggung pertunjukan utama sewaktu mentari jingga terbit di timur, malu malu dibalik Tambora. Juga saat megahnya langit merah di lepas anjungan pantai, saatnya menyeduh kopi hangat dan bersantai sejenak menikmati sebuah pemandangan mahal yang tak semua orang bisa merasakannya

Ditengah menggeliatnya pariwisata indonesia, calabai tak ketinggalan untuk mempercantik diri. Para pemuda desa yang memiliki kesadaran akan aset wisata yang dimiliki desa kecil ini menciptakan sebuah kelompok konservasi yang diberi nama dengan komppak (Komunitas Pencinta Penyu dan Karang). Sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang transplantasi terumbu karang dan penetasan penyu secara alami. Bentuk usaha nyata dalam melindungi harta pulau sumbawa.

preparation
bahan yang dibutuhkan untuk transplantasi terumbu karang
steps
cetakan dibuat, sebagai tempat pengikatan terumbu
kapal
cetakan dinaikkan ke atas kapal, persiapan penanaman

transplantation

Selain bawah laut, kawasan pantai calabai juga sangat kaya dengan biji besi. Sudah sangat banyak perusahaan tambang yang melirik tempat ini untuk dijadikan lahan kerja, namun penduduk sekitar masih menolak keberadaan perusak alam tersebut. Aktifitas tambang yang berada di lepas pantai dapat menyebabkan kerusakan terhadap terumbu karang dan ekosistem laut lainnya. Hal itulah yang dihindari oleh penduduk setempat. Sebuah kesadaran yang tak bisa disapu dengan uang.

sunset calabai

Saat malam tiba, ditemani purnama, waktunya menari ria dengan api unggun menyala. Untuk santapan terakhir penutup malam, tak lengkap jika tak mencoba kuliner gurita bakar. Yak, gurita adalah sebuah kuliner yang banyak dikonsumsi masyarakat dan diharapkan dapat menjadi ikon makanan desa Calabai

Leave a Reply

%d bloggers like this: