Dan akhirnya kompetisi telah berakhir, saatnya bagi saya untuk memilah, memilih dan menentukan sang pemenang. Namun, sebelumnya saya atas nama Thelostraveler ingin mengucapkan terimakasih tak bertepi atas partisipasi kawan-kawan travel blogger dalam mengikuti Turnamen Foto Perjalanan ke 45 kali ini.

Sungguh sangat sulit untuk memilih satu dari 33 foto siluet yang telah berpartisipasi. Dari sekian banyak karya, entah kenapa banyak sekali momen siluet yang diambil ketika senja, sepertinya senja merupakan elemen yang tak lagi bisa dipisahkan dari siluet. Ada beberapa foto yang mulai keluar dari paradigma ini dengan mengambilnya saat fajar bahkan tengah hari, sisanya mencoba untuk memasukkan interpretasi siluet yang rumit dan personal.

Karena pemilihan pemenang adalah prerogatif saya sebagai host, maka agar turnamen ini lebih objektif saya menetapkan beberapa kriteria penilaian yaitu :
ORISINIL, karya yang diikutkan adalah hasil karya pribadi
TEKNIS, melingkupi teknik pemotretan, komposisi, Point of Interest, dan sudut pandang
KONSEP, unsur gagasan atau ide yang melatari sebuah karya foto
KONTEN, unsur pesan dan informasi yang ingin disampaikan kepada orang lain baik itu secara tersirat maupun tersurat
TEMATIS, terkait dengan tema yang diikuti, dalam hal ini adalah “SILUET”

Dari beberapa kriteria tersebut, ada beberapa foto yang menjadi favorit dan unggulan bagi saya. Foto yang bagus tak harus dihasilkan dari kamera yang bagus, melainkan bagaimana foto tersebut bisa berbicara sendiri pada semua yang melihat tanpa kita perlu menjelaskan. Seorang perekam cahaya yang baik pada dasarnya adalah orang yang memiliki kemampuan untuk merekam memori dengan mata visual lebih dalam dan interpretasi lebih liar, bukan orang yang memiliki gadget canggih berharga puluhan juta.

Foto karya Teuku A. Muttaqin adalah satu-satunya foto siluet hitam putih, saya tekankan sekali lagi, SATU-SATUNYA foto siluet hitam putih yang masuk di turnamen foto perjalanan kali ini. Bermain dengan foto hitam putih memiliki kerumitan tersendiri, lebih lagi jika komposisi gradasi warna tidak beradu padu, maka bersiaplah menikmati kesekaratan karya. Sebuah pilihan yang nekat dan berani namun berhasil membuat saya akhirnya diam dan mengapresiasi. Dengan tambahan judul “Bayang Adalah Dirimu” mengingatkan kita bahwa ternyata perjalanan takkan pernah dilakukan sendiri, selalu ada bayangan yang mengikuti, sudah saatnya kita mulai bersahabat dengan diri sendiri.
Saya menetapkan foto ini menjadi FOTO FAVORIT 2..
teukuFoto karya Ati Kurniati dengan judul TERPESONA berhasil membuat saya ikut-ikutan terpesona. Pembingakaian foto yang apik dengan menggunakan sisi jendela mampu membuat fokus mata langsung tertuju ke gunung dan langit yang menjadi latar, sebuah komposisi yang eye-catching. Ditambah dengan siluet seorang bocah kecil yang sibuk berbicara dengan pikirannya sendiri, menikmati dan bertanya tentang dunia yang masih sangat asing baginya. Aaah.. Saya rindu kembali menjadi anak kecil..
Saya menobatkan foto ini menjadi FOTO FAVORIT 1..
atiTak ada lagi kata-kata, foto karya MEY-HELMI telah berbicara lebih banyak. Pada pagi yang masih meraja, ditemani semburat cahaya matahari muda di pelataran sungai Nagara, seorang pengendara Jukung telah keluar dari rumah untuk mendulang rupiah. Bagi saya foto ini telah menjadi lebih dari sekedar foto siluet biasa.
Saya mendaulat foto ini menjadi JUARA TURNAMEN FOTO PERJALANAN 45 dengan tema SILUET.
nagara

Selamat untuk MEY-HELMI. Selamat melanjutkan estafet Turnamen Foto perjalanan berikutnya dengan tema yang lebih menarik.

16 thoughts on “Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 45 – Siluet”

  1. Yang foto juara satu itu, menurut saya kalau bagian awan gelap di atas foto di crop akan jadi lebih bagua. Karena di atas awan gelap, di tengah gunung terang, dan di bawah pengendara jukung gelap. Gelap-terang-gelap serasa mirip sandwich dan perhatian jadi terpusat ke gunung yang terang. Padahal menurut saya, point interest foto ini ya pengendara jukung dan lekuk sungai yang mengarah ke gunung. CMIIW

    1. mungkin pertimbangan dari yang punya foto adalah masalah komposisi
      jika di crop akan membuat komposisi menjadi tak jelas
      rule of third ga masuk, center composition juga jadi berantakan
      tapi apapun itu, foto ini emang dari sononya uda keren πŸ˜€

  2. kereeeeen… foto foto pemenang ini memang kereen..
    spesial buat teh Ati, selamat yooo.. fotomu emang keren. Gak lama lagi pasti bakal jadi tuan rumah deh.. *ikutseneng

  3. Waaah selamat yaaa…pas liat foto Mey-Helmi kesan pertama saya adalah dramatis, mistis..feeling saya ini juaranya…dan tebakan saya benaaaar….jadi saya juara menebak siapa yang akan menjadi juaranya hehehe….

    BTW kok ada poto Favorit juga…dan foto yg diambil sambil grusak grusuk malah masuk nominasi hehehe…

    makasih yaaaa…..

    Kita nikmati foto2 selanjutnya :))

  4. Baca komentar penilaian Juri jadi merinding:
    β€œBayang Adalah Dirimu” mengingatkan kita bahwa ternyata perjalanan takkan pernah dilakukan sendiri, selalu ada bayangan yang mengikuti, sudah saatnya kita mulai bersahabat dengan diri sendiri.

    Dan selamat buat Juara, Mbak May Helmi, fotonya keren.

    Selamat juga buat Penyelenggara, Bung Yofangga …

    1. hehe, apresiasi jujur yang memang saya rasakan sendiri mas
      foto-foto peserta memang keren dan layak mendapat penghargaan πŸ™‚
      terimakasih, ayo ikut meramaikan turnamen foto selanjutnya..

Leave a Reply

%d bloggers like this: