Jika seandainya tuhan memberikan kesempatan kepada para binatang untuk bisa berbicara. Lalu menerapkan suatu aturan bahwa kita semua hanya berhak memakai seratus lima puluh kata setiap harinya, tidak lebih, tidak kurang. Maka yang akan terjadi adalah:
Mereka akan menggunakan jatahnya sehemat mungkin. Berbicara dengan sesama seperlu mungkin. Sedangkan manusia akan tetap tak peduli, kita akan terus memakainya tanpa pernah berfikir. Hingga suara dari masing masing kita perlahan habis dan tak lagi bisa digunakan.
Saat hampir pergantian malam. Tuhan kembali mengumpulkan kita semua dalam ruangan yang sama. Memberikan kesempatan untuk saling berbicara. Maka dengan antusias para binatang akan langsung berkata “Kita menggunakan seratus delapan belas kata hari ini, sisanya kita simpan untukmu”
Namun kita tak akan bisa menjawab. Semua tahu, kita pasti telah menghabiskan jatah bicara. Maka pelan pelan binatang akan berbisik. “Selamatkan kami”. Sebanyak sepuluh kali.
Setelah itu, kita hanya akan duduk ditempat masing masing sambil menatap mata masing masing.
Save Primate
Save Turtle
Save Javan Hawk Eagle
Save Coral Reef
Note:
– Total kata yang digunakan dalam artikel ini juga berjumlah seratus lima puluh kata. Pas, tidak lebih, tidak kurang.
– Diperuntukkan bagi para manusia agar kita bisa lebih menghargai segala.

berandai jika mereka bisa bicara, mungkin nanti kita berandai jika mereka masih ada.
jika kita masih terus mengatup mata, suatu saat kepunahan pasti akan tiba2 datang tanpa diminta
i want to save,,,
mulai dari hal terkecil, bukankah langkah ke seribu juga dimulai dari langkah pertama?
Manusia cuma debu di alam semesta. Tapi manusia begitu sombong dan egois. Tulisan yg indah, Bro…
makasih mbak, manusia memang harus lebih memperhatikan sekitar
agar tak lagi sombong hiasi diri
Ya, seringkali kita berperilaku, seolah kita bisa hidup sendiri, tanpa makhluk lain, tanpa keberlangsungan lingkungan.
Good Speech Bung Yofangga.
manusia kadang lupa, seolah telah menguasai segala
memang tampaknya benar bahwa kita baru akan mulai menghargai jika sudah kehilangan š