Dalam jamuan sunyi pasir Bromo, tak kutemukan apa-apa kecuali terawang bayang-bayang beberapa penunggang kuda yang telah betah menapaki tanah lembab pagi hari musim berhujan. Manusia lain belum terlihat, sepi sekali. Tak ada larung pesta tawa, lenyap disantap halimun.

Sahabat, apa yang lebih misteri dari jalanan putih tergenang kabut? Tak saja memperpendek jarak pandang, namun juga menghantarkan dingin sederas ia ingin, maka gigillah segala sendi di lekuk tubuhmu. Tanpa sedikitpun bisa berkawan, dibuatnya diriku menuliskan cerita dengan tangan penuh getar.

Kabut, jangan dulu kau pendam aku hidup-hidup.
turnamen foto perjalanan 54Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan 54 yang berjudul “KABUT” oleh Rinaldi Maulana

4 thoughts on “Turnamen Foto Perjalanan Ronde 54 – Kabut”

Leave a Reply

%d bloggers like this: