Saat kepercayaan masyarakat mulai porak poranda sebab janji penguasa hanya terselip waktu kampanye, SMESCO hadir bagai oase di tengah ladang gurun tak bertepi. Benar, lembaga yang bekerja di bawah kementerian negara koperasi usaha kecil dan menengah ini gencar mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada muka dunia. Mereka memberikan perhatian yang lebih bermakna dari sekadar kata-kata. Mereka berkomitmen untuk bisa maju bersama, membangun negara, merangkul para pelaku usaha. Kesatria betul.
graffiti smescoSmall and Medium Enterprises cooperatives (SMESCO) bertempat di Gedung SME Tower lantai lima. Kini gedung yang lebih dikenal sebagai jujukan para penghadir resepsi itu menjelma, bermetamorfosa jadi sebuah galeri UKM. Mereka menyediakan sarana dan fasilitas pameran. Maka di sana, dipajanglah beragam karya terbaik anak bangsa, mulai dari kerajinan batik, songket, dan tenun. Mulai dari tas tangan, boleh kulit buaya, boleh kulit ular. Mulai dari lukisan, patung, hingga keramik. Semarak, berwarna-warni. Suasana galerinya juga bersih, tak seperti pasar seni tradisional yang bau dan sempit, dan kotor, dan tak terawat, dan semrawut.
wayang smescopatung smescoTak hanya itu, SMESCO juga memberikan pelatihan-pelatihan pada para pelaku usaha kecil menengah. Jika tak mengerti cara pengurusan legalitas usaha, SMESCO siap membantu sampai pada pendaftaran hak paten. Jika tak memiliki kemampuan bisnis dan pengetahuan pemasaran, jangan takut, SMESCO siap menjadi pasukan promosi garda depan. Jika kurang pengalaman, SMESCO akan memberikan pelatihan. Jika tak punya kantor, tinggal sewa saja, gedung SMESCO masih punya banyak ruang kosong.
tas smesco kaligrafi smescoLantas bisakah kisah ini disebut sebagai berita gembira penemuan ekstrak kulit manggis? Bisa saja, bisa jadi tidak, atau mungkin iya, namun cuma oleh segelintir. Apa pasal? selayaknya sahara, fatamorgana juga tentu pasti ada. Tak semua pelaku usaha kecil bisa merasakan bantuan yang didengungkan pihak SMESCO. Produk yang ingin dipromosikan harus terlebih dahulu masuk proses kurasi, sarat dengan keindahan, dan yang terpenting, layak jual.

Memang begitulah hidup, kita tak mungkin bisa menyenangkan semua pelaku usaha sebagaimana SMESCO tak mungkin memajang genteng tanah liat di dalam ruang pamernya yang mengkilap. Para pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang cuci motor dan produsen batako harus sabar belum dapat kesempatan. SMESCO adalah ikon pemberdayaan industri kreatif, bukan badan amal yang asal memasarkan produk-produk segala usaha, titik. Kurang lebih serupa makelar dengan banyak agenda bakti sosial.
topeng smescoNamun sekali lagi, agar tegas terasa. Di negeri  yang layaknya gurun ini kita bisa saja terus memendam harapan, boleh saja sebaliknya. Ceruk bisnis kecil yang acap terlupakan bisa saja sedikit menopangkan mimpi, boleh saja berusaha sendiri. Pada akhirnya, suka tidak suka, bisnis akan kembali menjadi bisnis, namun paling tidak pemerintah sudah sedikit memperlihatkan niat baiknya. Mari bersyukur.

7 thoughts on “SMESCO dan Harapan yang Diusung”

  1. Wah jossss gandosss,,, ada sebuah tempat yang mewadahi pameran barang – barang kesenian,,, selain itu juga ada pelatihannya lagi,,, langkah yang bagus (sedikit bersyukur buat pemerintah yang telah sedikit membantu),,,

Leave a Reply

%d bloggers like this: