Khusus buat anda yang punya hobi berpetualang dan senang dengan pengalaman yang tak biasa, pulau ular adalah pilihan liburan yang sangat pas. Pulau yang terletak di Kabupaten Bima timur, tepatnya di Kecamatan Wera, Desa kalo ini berjarak sekitar 400-500 meter dari bibir pantai. Dibutuhkan 20 menit perjalanan naik kapal untuk bisa sampai ke sini.
snakeSesuai dengan namanya, di pulau ini terdapat ratusan ular yang berkeliaran. Ular-ular ini biasanya akan turun ke laut untuk mencari makanan dan akan kembali ke darat untuk beristirahat di antara celah-celah bebatuan atau bergelantungan pada tebing-tebing yang terjal.

Pulau ular memiliki banyak nama, mulai dari panggilan warga sekitar, yaitu Nusa Nipa. Atau sebutan dari warga Ende, “nuca nepa lale” yang berarti “pulau ular yang indah”. Sedangkan untuk masyarakat Manggarai, pulau ini disebut dengan “nuha ula bungan” yang artinya “pulau ular yang suci”
ularMenariknya, pulau ini dihuni oleh ratusan ular laut dengan jenis Laticauda colubrina, salah satu spesies ular laut yang memang tersebar banyak di perairan Indo-Pasifik. Tapi jangan khawatir, walaupun jenis ini termasuk ke dalam daftar salah satu ular paling mematikan dengan tingkat bisa yang dimiliki dua kali lebih berbahaya dari bisa ular kobra, ular yang hidup disini sangat jinak dan jarang sekali menyerang manusia,

Perjalanan saya kesini dimulai dari pelabuhan Sape, waktu itu saya beruntung mendapatkan tumpangan mobil pick up yang kebetulan juga melewati daerah tersebut. Alhasil saya diantar sampai bibir pantai Oi Caba, Desa Kalo secara cuma-cuma. Transportasi yang dibutuhkan untuk mencapai desa kalo sangatlah jarang, maka tak heran para wisatawan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi maupun mencarter ojek dengan bayaran 30.000 sekali jalan.
man and seawelcomeSesampainya di pantai Oi Caba, ada beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk mencapai pulau ular. Kalau lagi banyak wisatawan akan ada kapal yang khusus mengantarkan sampai pulau ular dengan biaya 5.000 rupiah per orang. Namun kalau lagi sepi pelancong, kita harus menyewa kapal dengan harga 50.000 rupiah. Terimakasih untuk bapak nelayan yang waktu itu mau memberikan saya kortingan, sehingga saya hanya perlu membayar 30.000 rupiah.

Saya seakan disambut oleh sebuah kerajaan ular sewaktu menginjakkan kaki di pulau tersebut. Betapa tidak, melihat jumlah ular yang bergelantungan dimana-mana cukup membuat adrenalin mendadak terpacu saat itu juga. Seorang anak kecil yang waktu itu kebetulan ikut dan berprofesi sebagai guide tampak antusias mengejar ular yang langsung bersembunyi di celah bebatuan karena kedatangan kita.
anakTak ada rasa takut, warga sekitar memang sudah sangat familiar dengan makhluk satu ini. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, sudah ditemukan 4 ular laut. Cukup menyenangkan bermain dengan reptil unik ini. Ular-ular tersebut terlihat mempesona dengan kilauan warna hitam putih cerah menghiasi sekujur tubuh.

Perjalanan ke pulau ular ini sangat menyenangkan dan akan menjadi hal yang tak terlupakan. Sungguh Indonesia memiliki sangat banyak tempat wisata tersembunyi, saatnya memahami negerimu sendiri dangan melihat lebih dekat.
Kenali negerimu, cintai Indonesiamu.
ularbanyak me

6 thoughts on “Rumah Paling Berbisa, Pulau Ular”

Leave a Reply

%d bloggers like this: