Sydney dan Kaum yang Berdarah-Darah

Bulan Mei adalah bulan penghujung bagi angin untuk menggugurkan daun-daun di jantung kota Sydney sebelum akhirnya mengalah pada musim dingin. Suhu udara berkisar di angka belasan derajad celcius, masih cukup sejuk dan menyenangkan bagi para kaukasia untuk berkelana. Sedang bagiku, yang terlahir dengan darah tropis, terpaksa rela menggigil sepanjang hari, entah itu pagi, siang terik,…

Cerita Dari Pasar Kapan Yang Murung Tak Berkesudahan

Mengarahkan pandangan saat melakukan perjalanan adalah sebuah pilihan. Aku berhak memilih untuk melihat segala hal baik dan meniadakan yang lainnya. Untuk apa mahal-mahal membeli tiket, lalu bepergian ke laut dan gunung gemunung, menghabiskan uang yang dikumpulkan dengan memeras keringat jika kemudian hanya melihat perihal-perihal tengik yang kepalang sering hadir di keseharian?

Batu Tua Itu Bernama Fatumnasi

Motor yang kami tumpangi terus bergerak ke utara menjauhi Kapan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pelan saja, sebab tak mungkin menipu batas kecepatan yang setia dijaga oleh kerikil dan aspal rusak. Selain itu, kontur tanah yang kami lewati juga semakin lama semakin menanjak, semakin tinggi menjemput matahari. Kasihan jika harus memaksanya mendaki sambil…