thelostraveler

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 54 – Kabut

Dalam jamuan sunyi pasir Bromo, tak kutemukan apa-apa kecuali terawang bayang-bayang beberapa penunggang kuda yang telah betah menapaki tanah lembab pagi hari musim berhujan. Manusia lain belum terlihat, sepi sekali. Tak ada larung pesta tawa, lenyap disantap halimun. Sahabat, apa yang lebih misteri dari jalanan putih tergenang kabut? Tak saja memperpendek jarak pandang, namun juga…

thelostraveler

Museum Sangiran Dan Jejak Purbakala

Bagaimana jika kuceritakan padamu bahwa sebenar-benarnya asal-usul manusia adalah sungguh hasil evolusi makhluk sebelumnya? Bagaimana jika Adam tak pernah ada dan peradaban bukan dimulai oleh dua individu buangan surga, melainkan adaptasi sekelompok manusia purba? Bagaimana jika segala cerita nabi-nabi dalam kitab hanyalah dongeng, dan sengaja dikisahkan peradaban terdahulu agar manusia yang semakin kompleks memiliki peraturan…

thelostraveler

Hilangnya Gema Lokananta

Jujur kukatakan padamu bahwa Solo telah berhasil membuat hatiku jatuh saat didatangi pertama kali. Kota Istimewa yang tanpa status istimewa ini hadir dalam raut sederhana tanpa hiasan nan dilebih-lebihkan. Mungkin memang begitulah seharusnya sebuah kota, dilihat dan didekati secara apa adanya. Disinggahi, dihuni, dan dicintai secara jujur tanpa harus merujuk pada hal yang serba indah.…

Menggenapi Usia

Sampai saat ini aku masih percaya bahwa ulang tahun adalah sebuah kehilangan yang dirayakan, persis seperti pemakaman senja ranum yang diulur-ulur menunggu perpisahan. Barangkali hal ini membuktikan bahwa kehilangan tak selalu harus menyigi kisah melankoli menyedihkan. Ada yang menyulut perayaan ini dengan retas kembang api dan nyala lilin di atas kue menggiurkan. Namun seperti tahun…

thelostraveler

Pandai Besi, Seniman Gamelan Yang Dilupakan

Suara dencing besi menyambut ketika langkah kakiku memasuki dapur tempa pembuatan Gamelan di desa Bekonang, Solo. Terlihat sebuah bara logam sedang menderita dalam nyala pembakaran ditengah ruangan, menjadikannya merah sempurna. Sesekali blower listrik ditiupkan, menyebabkan percikan api melayang-layang kesegala arah. Hanya sedikit bias cahaya matahari yang menerangi. Barangkali suasana memang sengaja dipertahankan remang agar mudah…

Pak Menteri, Padamu Kutitipkan Wisata Negeri

Arief Yahya Bolehkah kupanggil dengan sebutan bapak saja? Terus terang aku ingin merasa lebih akrab. Barangkali suatu hari kita benar-benar bisa bertemu dan menghabiskan waktu dengan berbincang banyak hal layaknya seorang anak dengan bapaknya. Aku tidak akan memulai surat ini dengan menanyakan kabar dan menyebutkan kabarku. Sebab aku tahu sekali jawabannya, bapak baik-baik saja. Ya,…