Mempelajari Rumah Para Pendaki

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul jangan mau mati di gunung. Banyak pendaki yang dengan sembarangan menganggap enteng dan berfikir bisa menaklukkan gunung. SALAH, alam telah terlebih dahulu ada bahkan sebelum dirimu lahir, jangan berfikir bisa mengalahkan mereka, tekan sedikit egomu. Mendaki gunung bukanlah ajang eksistensi atau pembuktian diri, lebih dari…

Eliminasi Budaya Di Ruang Arsitektur Segenter

Berawal dari skripsi yang tak kunjung kelar dan keinginan menulis lepas yang terus membesar, maka lahirlah penggeseran fungsi dari sebuah pendahuluan tugas akhir menjadi artikel wisata. Tulisan ini akan sedikit berbeda dari tulisan saya sebelumnya, kita masuk ke pembahasan yang sedikit berbau “akademik”, semoga tidak membosankan, dan selamat membaca. Setiap individu dalam suatu masyarakat memiliki…

yofangga rayson

Jangan Mau Mati Di Gunung

Ditulis karena beberapa gerah yang membakar kepala sebab banyaknya kasus kematian saat mendaki gunung dalam tiga bulan terakhir. Tulisan ini lumayan panjang, bagi yang tak betah langsung saja tinggalkan. Saya tak memaksa masyarakat menjadi pintar, silahkan bodoh dengan cara sendiri, lalu nikmati. Pendakian gunung telah menjadi hal yang lumrah dalam beberapa tahun terakhir. Semakin sporadisnya…

Learn To Travel, Travel To Learn

Travel writing adalah menceritakan pengalaman pribadi penulis yang dapat membawa pembaca dan memberikan mereka pemahaman yang lebih luas tentang makna berjalan dan melakukan perpindahan. Travel writer tak bisa hanya sekedar menuliskan informasi, tak ada yang istimewa dengan itu, lebih jauh lagi, seorang travel writer harus bisa terkoneksi dengan para pembacanya. Ketika semua orang semakin gampang…

Setahun Sudah, Thelostraveler

Waktu bagiku adalah sebuah ruang untuk menyimpan kenang. Sebuah ruang untuk menyimpan bagian diri kita yang tertinggal dibelakang. Sebuah kuasa yang melaju tak henti, tanpa pernah bisa dibendung siapapun. Membuat umurku bertambah dan berkurang sekaligus. Pernah suatu waktu kulihat Tuhan duduk sendirian. Di tangannya tergenggam sebuah dadu. Pada semua sisinya tertulis: Takdir. Benar, Waktu adalah…

Antara Sape Dan Manggarai

Aku dalam ketergesaan mencari pelarian baru setelah bilangan minggu lunas kakiku layang di tanah Sasak. Siang ini langkah berangsur sedikit lebih jauh, aku berada di dalam bis menuju Sape, sebuah pelabuhan di ujung timur Sumbawa. Dari celah jendela terlihat sisa matahari keriput di ujung langit biru. Udara Sumbawa memang bagai neraka, panasnya membakar. Sekujur kulitku…

Jika Saja Semua Sama

Jika seandainya tuhan memberikan kesempatan kepada para binatang untuk bisa berbicara. Lalu menerapkan suatu aturan bahwa kita semua hanya berhak memakai seratus lima puluh kata setiap harinya, tidak lebih, tidak kurang. Maka yang akan terjadi adalah: Mereka akan menggunakan jatahnya sehemat mungkin. Berbicara dengan sesama seperlu mungkin. Sedangkan manusia akan tetap tak peduli, kita akan…

Ada Cinta Di Yogyakarta

Pernah suatu ketika ada teman bertanya tentang cinta dan perjalanan. Tak butuh aku melamun terlalu, karena akan selalu ada saja yang masih segar dalam ingatan. Seperti beberapa tahun lalu di dalam sebuah gerbong bising yang melengking tak beraturan. Hentakan roda pada sambungan rel membuat kereta bergoyang semaunya. Kita duduk disebuah kursi keras yang tegak sembilan…